Impian Gapoktanhut Lestari Sejahtera: Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera

0
276
Gapoktanhut Lestari Sejahtera dreams
Rendy Hasaruddin, Chairperson of Gapoktanhut Lestari Sejahtera explained the joint work plan

“Dalam menjalankan lembaga Gapoktanhut Lestari Sejahtera, Rendy kerap menemui berbagai permasalahan. Namun, hal tersebut tidak lantas menjadikannya putus asa. Semangat mengembalikan fungsi hutan agar kembali lestari dan masyarakat sejahtera, menjadikan Rendy justru merasa tertantang”

Rendy Hasaruddin mengenakan pakaian hijau ketika mempresentasikan impian Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Lestari Sejahtera hasil diskusi bersama rekan-rekannya.

Ketua gapoktanhut di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung itu, menjelaskan dalam impian kelompoknya terdapat upaya konservasi dan kesejahteraan anggota.

Presentasi ini adalah bagian dari kegiatan Pelatihan Implementasi Adopsi GALS (Gender, Action, Learning for Sustainabilty) dan Akses, Partisipasi, Kontrol dan Manfaat (APKM) dalam pengembangan Program SCALA BBS (Sustainable Coffee Action in the Landscape of Bukit Barisan Selatan) yang dilaksanakan tim dari Rumah Kolaborasi (RUKO), Sabtu dan Minggu, 4-5 Juli 2020, di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.

Dalam presentasinya, Rendy menyampaikan rencana kelompok petani hutan ini untuk memperkaya lahan kelompok dengan tanaman beragam, agar tidak hanya satu jenis.

“Kami akan menanam tanaman bertajuk tinggi yang menghasilkan, budi daya tanaman tajuk sedang yang bagus, dan menanam tajuk rendah atau tanaman hortikultura,” ujarnya pula.

Sebagai upaya mencapai kesejahteraan anggota, Rendy menjelaskan Gapoktanhut Lestari Sejahtera akan melakukan pengembangan usaha dengan dibantu tiga unit usaha, Kelompok Simpan Usaha, greenbean, dan pembibitan.

Ia juga menjelaskan hambatan yang mungkin kelompok ini hadapi ketika dalam proses mencapai impian tersebut.

Impian yang dibuat bersama pengurus gapoktanhut itu, digambarkan dengan perumpamaan pohon. Akar-akar pada pohon tersebut sebagai penggambaran Kelompok Tani Hutan (KTH).

Menurutnya, untuk mencapai tujuan yang sudah ia gambar, harus ada penguatan di akar-akar atau KTH masing-masing.

Menanggapi presentasi Rendy, Budisantoso Budiman, fasilitator dan penanggung jawab kegiatan ini menjelaskan perlu komunikasi antara KTH dan Gapotan.

“Membentuk basis utama ekonomi, harus ada komunikasi antara KTH dengan Gapoktan. Karena keduanya saling mendukung,” katanya pula.

Sahmi Azhari Sekretaris Gapoktanhut Lestari Sejahtera berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan. “Tentunya kita semua berharap apa yang kita dapat dari Mas Budi dan teman-teman tentang gender dan APKM setidaknya menjadi gambaran, yang tadinya kita tidak tahu, selanjutnya setelah tahu bisa menambah wawasan kita dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Awal Mula Gapoktanhut Lestari Sejahtera

Berawal dari rasa peduli dengan hutan yang semakin rusak, pada tahun 2018, Rendy Hasaruddin berinisiatif membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Subur Makmur Satu.

Tak disangka, ternyata langkah Rendy mendapat respons dari talang lain yang juga ikut membentuk KTH.

Berawal dari KTH Subur Makmur Satu, terbentuklah lima KTH pada tahun yang sama.

Awal tahun 2019, akhirnya terbentuk sebanyak 13 kelompok yang kemudian bersepakat membentuk Gapoktanhut Lestari Sejahtera pada 29 Maret 2019.

“Kami mulai dari nol, untuk awal yang kami utamakan itu penguatan di kelembagaan, yang tujuannya nanti ketika gapoktan maju, jangan sampai lembaga acak-acakan. Tidak mencapai sesuai sama yang kita harapkan. Karena itu, kelembagaan kita anggap fondasi di rumah, kalau fondasi nggak kuat otomatis rumahnya tidak kuat,” ujar Rendy mengisahkan awal terbentuk Gapoktanhut Lestari Sejahtera.

Rendy mengungkapkan dalam menjalankan lembaga Gapoktanhut Lestari Sejahtera ini, terdapat “enam sila” sebagai prinsip dasar yang harus diterapkan dan dilakukan oleh anggota, yaitu saling percaya, disiplin, kerja sama, musyawarah, gotong royong, dan swadaya.

“Paling tidak sistem swadaya kalau sudah dibangun, mudah-mudahan akan bisa mandiri tidak bergantung dengan pihak lain, seperti pemerintah, tetapi bukan berarti kita menolak ketika misalnya ada bantuan dari pemerintah,” katanya pula.

Kesulitan dalam membangun gapoktanhut dengan luas area 652 hektare ini, menurut Rendy, pada awalnya adanya krisis kepercayaan.

Rendy menuturkan, pada tahun 2014 pernah dibangun sebuah kelompok dengan sistem perhutanan sosial atau hutan kemasyarakatan (Hkm). Setelah berjalan ternyata ada pihak yang memanfaatkan masyarakat dengan memanipulasi uang, sehingga program tersebut tidak berjalan tetapi uang masyarakat hilang.

Suami istri susun rencana
Salah satu suami anggota Gapoktahut Lestari Sejahtera bersama istri ditemani anaknya, sedang menyusun rencana keluarga terutama dalam budi daya kebun dan pendidikan anak

Selain itu, minimnya sumber daya manusia (SDM) kerap menjadi masalah yang ia temukan di dalam kelompok.

“Paling tidak adanya kegiatan-kegiatan ini ada solusi, teman-teman sedikit-sedikit nyambung dalam menjalankan organisasi harusnya seperti apa,” katanya lagi.

Rendy mengungkapkan tujuan utama dari Gapoktanhut Lestari Sejahtera adalah menciptakan alam lestari dengan masyarakat sejahtera.

Ia juga mendorong gapoktanhut ini dapat membangun unit usaha dengan tujuan untuk menjadi tambahan penghasilan dan penyemangat bagi para anggota.

Tiga unit usaha yang telah terbangun adalah kelompok simpan usaha (KSU), unit usaha greenbean, dan unit usaha pembibitan.

“Alhamdulillah sudah berjalan, kami juga sudah memasukkan dalam rencana kerja tahunan (RKT) untuk menanam sepuluh jenis tanaman, di antaranya bambu, aren, dadap, randu, pala, durian, dan lain-lain,” katanya lagi.

Rendy berharap Gapoktanhut Lestari Sejahtera dapat mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera.

“Nama itu harapan, nantinya agar hutan ini menciptakan perhutanan sosial yang semestinya kita lestarikan, karena bagaimana pun demi anak-cucu kita ke depan. Jangan sampai anak-cucu kita tidak kebagian. Inilah yang masih bisa kita usahakan bagaimana fungsi hutan kembali dan masyarakat menjadi sejahtera,” kata dia pula.

Rencana bersama keluarga
Rencana bersama keluarga dan kelompok

TIDAK ADA KOMENTAR