Pasar hasil hutan, inovasi saat pandemi

0
245
Hasil hutan bukan kayu (HHBK)
Pasar Hutan (PH) tujuan jangka pendek sebagai jaringan informasi antara Petani Hutan Milenial dalam memasarkan produknya di masa pandemi COVID-19 ini melalui media sosial (medsos)

Kawasan hutan di Provinsi Lampung seluas sekitar 1.004.735 hektare (ha), dan dari wilayah tersebut luas hutan lindung ada 317.615 ha.

Daerah Aliran Sungai (DAS) dan tutupan vegetasi hulu hutan lindung (HL) merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. HL sebagai tangkapan air (catchment area) di daerah hulu DAS mutlak harus dipertahankan vegetasi/pohonnya. Tujuannya untuk menjaga tata air, serta kehidupan di wilayah bawahnya, dan sebagai lahan luas yang mampu ditingkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu (HHBK)-nya.

Secara alami, air yang muncul ke permukaan akan membentuk sebuah ekosistem yang saling menunjang dan mendukung bentukan-bentukan kehidupan yang ada.

Kondisi HL saat ini masih belum ideal, belum semuanya sesuai fungsinya, hal ini disebabkan konflik lahan antara cara petani dalam mengusahakan hutan dan fungsi hutan yang harus bervegetasi.

Mereka awalnya hanya mau menanam kopi monokultur/murni tanpa naungan pohon/tajuk tinggi.

Atas kesepakatan bersama, ditemukan solusi baik. Bahwa, pohon untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang dikehendaki masyarakat adalah pohon MPTS (multypurpose tree species) atau tanaman yang memiliki fungsi selain kayu.

Dalam perjalanan panjang yang penuh liku liku, pelik dan menguras energi, akhirnya solusi bersama tersebut, mulai ada hasilnya. Saat ini masyarakat sudah mulai memetik hasil, berupa getah karet, kopi, cokelat (kakao), nangka, durian, avokad, cengkeh, pala, kemiri, aren, pinang, damar,  petai, jengkol, madu, gaharu, duku, cempedak, empon-empon, ternak besar, dan masih banyak lagi.

Terkait hasil hutan tersebut, muncullah gagasan kreatif di masa pandemi COVID-19 ini berupa Pasar Hutan (PH).

Tujuan jangka pendek PH sebagai jaringan informasi antara Petani Hutan Milenial dalam memasarkan produknya di masa pandemi COVID-19 ini melalui media sosial (medsos).

Tujuan jangka menengahnya untuk mengintegrasikan dan mengnyinergikan produktivitas HHBK HL dan meningkatkan peran dan komitmen para stakeholders terkait dalam rangka menyukseskan rehabilitasi HL dan kewirausahaannya.

Tujuan jangka panjang untuk meyakinkan secara terus menerus bahwa hutan mampu menjaga secara seimbang antara ekologi, ekonomi, dan kebersamaan sosial dalam menjaga kelestarian DAS.

Salam Rimbawan Pasar Hutan DAS 2020

@ Bandar Lampung-Kota Tapis Berseri

(Idi Bantara/BP-DASHL Lampung)

TIDAK ADA KOMENTAR