Pelatihan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan untuk Hortikultura di KSU Lentera 31 Gapoktanhut Lestari Sejahtera

0
245
pembibitan ksu lentera
Pengurus dan anggota Kelompok Simpan Usaha Lentera 31 Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Lestari Sejahtera di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung mendapatkan pelatihan optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk pertanian tanaman hortikultura.

Pengurus dan anggota Kelompok Simpan Usaha Lentera 31 Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Lestari Sejahtera di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung mendapatkan pelatihan optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk pertanian tanaman hortikultura.

Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari pada awal September 2020 ini, didukung oleh Rainforest Alliance (RA) di Lampung, dengan instruktur Syamsurizal Mukhtar dan Heri Hermiyatono.

Heri Hermiyatono menjelaskan tujuan pelatihan untuk menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan keterampilan budi daya pertanian hortikultura agar 25 orang anggota KSU Lentera 31 mampu memanfaatkan pekarangan di rumah masing-masing dan di kebun bersama dengan tanaman sayuran.

Tujuan berikutnya membuat kebun contoh tanaman hortikultura sayur-sayuran, yang sekaligus merupakan kebun bersama anggota KSU Lentera 31; dan membangun rumah bibit untuk sebagai tempat penyemaian benih guna ketersediaan bibit tanaman sayuran secara terus-menerus.

Kegiatan Pelatihan untuk Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan dengan Tanaman Hortikultura ini telah diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 5-6 September 2020, yang sebelumnya, yaitu Jumat, 4 September 2020 sudah diawali dengan kegiatan pra-pelatihan berupa pembangunan atau pembuatan rumah bibit sebagai tempat penyemaian benih yang berukuran 3×3 meter berkonstruksi bambu dan beratap plastik UV.

Tempat Pelatihan diselenggarakan di lokasi Kebun Bersama KSU di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Pelatihan partisipatif ini diikuti oleh seluruh anggota KSU Lentera 31 yang berjumlah 25 orang dengan metode diskusi dan praktik dengan prinsip belajar bersama, berperan setara, dan bergiat gotong royong

Materi pelatihan berupa diskusi tentang manfaat, bentuk, dan teknik budi daya pertanian hortikultura di pekarangan dalam upaya membangun ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan keluarga.

Peserta juga praktik cara pembuatan media semai dan teknik penyemaian benih tanaman sayur-sayuran serta praktik pembuatan atau pengolahan media tanaman di dalam pot, polibag, serta di guludan, serta praktik penanaman bibit.

Peserta juga melakukan diskusi kelompok untuk penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah pelatihan.

Bahan dan alat pelatihan berupa benih tanaman hortikultura, sayuran daun dan sayuran buah, nampan semai atau seedling tray, pupuk organik kotoran sapi dan kambing, dedak sabut kelapa (cocopeat) dan arang sekam, tanah subur untuk membuat media tanam, plastik U untuk atap rumah bibit, bambu untuk pagar dan konstruksi rumah bibit, insect net/jaring rapat, dekomposer EM4 untuk pembuatan pupuk organik, polibag sebanyak 40 kg, hand sprayer, plastik hitam tebal untuk pembungkus perkecambahan, cangkul dan sekop, gerobak sorong (angkong), bibit siap tanam untuk praktik penanaman, dan LCD projector untuk memudahkan penyampaian materi.

Selanjutnya, peserta mendapatkan bimbingan teknis dan monitoring pasca-pelatihan yang pertama pada Rabu, 9 September 2020, untuk melihat perkembangan hasil penyemaian dan perkembangan tanaman di polibag dan di guludan.

Kemudian dilaksanakan Bimtek dan Monitoring, serta Evaluasi bersama kegiatan yang kedua telah dilakukan pada Minggu, 27 September 2020 sekaligus dikaitkan dengan kegiatan panen perdana tanaman sayuran kangkung dan bayam, serta kegiatan penataan kebun bersama.

 

Rencana Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil focus group discussion (FGD) tentang pengelolaan Rumah Bibit dan Kebun Bersama KSU Lentera 31 yang dilakukan pada Minggu, 27 September 2020 diperoleh hasil atau kesimpulan dari hasil penjualan panen perdana sayuran kangkung dan animo atau pangsa pasarnya, maka akan diatur sedemikian rupa dan bergilir panen dari setiap pekarangan anggota kelompok agar dapat setiap hari bisa ada yang panen sayuran daun, seperti kangkung, bayam, caisim, dan pakchoy.

Guna mendukung ketersediaan bibit untuk tanaman sayuran daun, maka tiada hari tanpa menyemai.

Menunjuk dan menetapkan Mbak Yem anggota KSU yang pekarangan rumahnya digunakan untuk Rumah Bibit dan Kebun Contoh atau kebun kolektif KSU, sebagai pengelola dengan ketentuan bagi hasil dari penerimaan jual bibit dan jual hasil panen kebun kolektif.

Bagi hasil itu diatur untuk modal produksi dan pengembangan 35 persen, untuk kas KSU Lentera 31 sebesar 30 persen, jasa pengelola rumah bibit dan kebun 35 persen.

Kemudian disepakati untuk melengkapi peralatan kerja tani untuk Kebun Kolektif KSU, yaitu instalasi penyiraman tanaman berupa pompa air listrik, berikut pemipaannya, cangkul dan sekop, sekop kecil, ember plastik 10 liter, wangkil, dan gerobak sorong (angkong ).

Selanjutnya, mengembangkan ragam jenis tanaman sayuran daun dan sayuran buah, serta tanaman hias agar kebun contoh atau kebun kolektif KSU menjadi banyak isinya dan nampak indah.

pembibitan ksu lentera
Pengurus dan anggota Kelompok Simpan Usaha Lentera 31 Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Lestari Sejahtera di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung mendapatkan pelatihan optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk pertanian tanaman hortikultura. Berpose bersama instruktur dan pengurus kelompok.

TIDAK ADA KOMENTAR