RUKO Adakan Pelatihan GALS dan APKM di Gapoktanhut Mitra Jaya Rindingan, Ulubelu, Tanggamus

0
403
GALS-APKM Training in Mitra Jaya Rindingan
GALS Adoption Training and Implementation of Access, Participation, Control, and Benefits (APKM) Gapoktanhut Mitra Jaya Rindingan, at Pekon Penantian, Ulubelu District,Tanggamus Regency

Rumah Kolaborasi (RUKO) bekerjasama dengan Rainforest Alliance (RA) dan Kingdom of the Netherlands mengadakan pelatihan Adopsi Gender, Action, Learning for Sustainability (GALS) dan Implementasi Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat (APKM) bagi kelompok perempuan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Mitra Jaya Rindingan, di Pekon Penantian, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Rumah Kolaborasi (RUKO) yaitu SCALA-BBS (Sustainable Coffee Action in the Landscape of Bukit Barisan Selatan)–pengembangan kopi berkelanjutan di lansekap Bukit Barisan Selatan, pada kawasan lahan berizin yang dibudidayakan petani hutan setempat.

Budisantoso Budiman, fasilitator pelatihan mengatakan target peserta adalah kaum perempuan petani hutan atau keluarga petani hutan anggota kelompok wanita tani (KWT) hutan bersama suami dan anak yang sudah dewasa.

Mayoritas peserta usia produktif 20-45 tahun, agar memiliki kesempatan lebih luas mengelola kebun secara lebih baik, dengan menerapkan GALS dan APKM.

Pelatihan ini diharapkan membentuk keluarga bahagia dan sejahtera yang peduli sekitar dan ramah lingkungan.

“Keluarga bahagia yang mampu mencapai impian bersama dengan selalu menjaga hubungan antaranggota rumah tangga secara harmonis, penuh kasih sayang serta saling menghargai dan membutuhkan, guna mencapai keluarga sehat, sejahtera, bermartabat dan bertoleransi. Keluarga petani hutan yang peduli pada tetangga dan lingkungan hidup sekitarnya,” ujarnya pula.

Heri Yunianto, Penjabat Kepala Pekon Penantian mengatakan pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan keharmonisan keluarga para petani hutan dan mendorong pengelolaan keuangan keluarga secara lebih baik. Selanjutnya, diharapkan masyarakat bisa mengurangi kebiasaan konsumtif setelah menerima hasil panen kopi.

“Sebelumnya setiap hasil bumi panen raya, masyarakat tidak perhitungan dengan uang mereka. Mumpung ada duit, mereka langsung beli apa saja yang mau dan bisa dibeli. Inginnya selanjutnya, mereka bisa memilah mana yang perlu dan yang tidak setelah ikut pelatihan ini,” katanya lagi.

Tri Wahyuni, peserta pelatihan mengatakan pelatihan ini bila diterapkan paling tidak dapat meningkatkan keharmonisan keluarganya. Sebab, satu sama lain menyadari fungsinya dalam penerapan GALS dan APKM.

“Senang bisa ikut pelatihan ini. Banyak manfaatnya, jadi lebih sadar kesetaraan gender. Saya sama suami jadi bisa ngobrol sebelum tidur. Kayak abis pelatihan ini, biasanya kita obrolin,” ujar Tri pula.

Pelatihan berlangsung tiga hari penuh, Senin-Rabu, 3-5 Agustus 2020, diikuti 25 peserta yaitu pasangan suami istri petani hutan ditambah beberapa pemuda/remaja keluarga petani hutan di Gapoktanhut Mitra Jaya Rindingan dan Pekon Penantian, Ulubelu.

Fasilitator pelatihan Budisantoso Budiman, bersama tim co-fasilitator Heri Hermiyatono, fasilitator lokal Hersanti, dan aktivis mahasiswa dari UPKM Teknokra Universitas Lampung (Unila) Mitha Setiani Asih.

Hadir pula dalam pelatihan Camat Ulubelu Suwarno, Penjabat Kepala Pekon Penantian Heri Yunianto, staf KPHL Batutegi Dikki  Aryanto, serta tim dari Rainforest Alliance (RA) dan Pengurus RUKO.

Pelatihan GALS-APKM Mitra Jaya Rindingan
Pelatihan Adopsi GALS dan Implementasi Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat (APKM) Gapoktanhut Mitra Jaya Rindingan, di Pekon Penantian, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus,

TIDAK ADA KOMENTAR