Ruko Dorong KSU Perempuan Gapoktanhut Lestari Sejahtera Punya Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat Kolaboratif

0
141
Nurma Angelia
Nurma Angelia

“Bagaimana kelompok perempuan memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat atas kegiatan-kegiatan dalam kelompoknya?”

Sepuluh anggota Kelompok Simpan Usaha (KSU) Perempuan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Lestari Sejahtera sedang menggambar impiannya pada selembar kertas.

Para peserta terlihat bersemangat mengikuti pelatihan yang berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu, 4-5 Juli 2020.

Pelatihan tersebut merupakan pengembangan Program SCALA BBS (Sustainable Coffee Action in the Landscape of Bukit Barisan Selatan) di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Secara bergantian, peserta diminta untuk mempresentasikan di depan peserta lain hasil impian individu, keluarga, dan kelompok mereka.

Saat presentasi, Ketua KSU Perempuan Gapoktanhut Lestari Sejahtera Nurma Angelia (26) memaparkan beberapa poin yang menjadi tujuan KSU di masa mendatang.

“Perlu adanya pertemuan rutin yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang isu gender,” ujar Nurma menjelaskan salah satu tujuan KSU di kertas plano yang menempel di dinding.

Tujuan yang ditulis Nurma dan rekan-rekannya di KSU ada lima poin.

Pertama, pertemuan rutin yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang gender tiga bulan sekali.

Kedua, perlu adanya pelatihan usaha produktif yang ramah lingkungan sesuai dengan potensi yang ada di pekon masing-masing.

Ketiga, pada akhir tahun 2020 jumlah anggota kelompok simpan usaha menjadi 50 anggota, dan keempat simpanan menjadi Rp15 juta.

Kelima, perlu adanya pelatihan manajemen kelembagaan dan keuangan berperspektif gender.

KSU yang baru berdiri pada 19 Juni 2020 ini memiliki anggota sebanyak 19 orang. KSU ini berada di bawah koordinasi Gapoktanhut Lestari Sejahtera, dan didirikan berawal dengan semangat mendorong kesadaran masyarakat untuk menabung dan melakukan usaha tambahan.

“Bentuk-bentuk produk yang ke depan kita rencanakan adalah bubuk kopi dengan label sendiri, keripik, dan wedang kopi rasa jahe,” ujarnya pula.

Perempuan yang berprofesi sebagai guru ini, juga menyampaikan rencana kelompok perempuan ini untuk mengadakan pertemuan rutin yang dilakukan sebulan sekali membahas tentang permasalahan yang ada di KSU.

Ia menjelaskan untuk menjadi anggota KSU ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi.

“Membayar uang pangkal 15 ribu rupiah, membayar simpanan pokok Rp100 ribu, membayar simpanan wajib Rp10 ribu per bulan,” katanya lagi.

Dia menambahkan margin tetap yang KSU tetapkan adalah 2 persen untuk kas KSU.

Lalu, anggota KSU hanya boleh meminjam uang maksimal sebanyak tiga kali lipat dari tabungan yang dimiliki.

Nurma berharap lewat KSU yang dirintisnya bersama anggota lain, dapat menyadarkan masyarakat pentingnya melakukan perencanaan keuangan.

“Kalau misalnya paceklik kebingungan cari pinjeman duit, sedangkan pas panen menghambur-hamburkan duit,” kata Nurma menuturkan keadaan dialami masyarakat di Pekon Sedayu.

Ia juga berharap KSU dapat menyejahterakan anggota dengan adanya pemasukan lain.

Budisantoso Budiman, fasilitator pelatihan dari Rumah Kolaborasi (Ruko) dalam kegiatan ini memaparkan kelompok perempuan harus memiliki peranan aktif di dalam masyarakat.

“Bagaimana kelompok perempuan memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat atas kegiatan-kegiatan dalam kelompoknya,” ujarnya lagi.

Ia juga menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah demi terjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan anggota gapoktan.

“Mendorong mereka bisa membuat perencanaan sendiri yang kemudian dapat dicapai dalam keluarga dan kelompoknya, sehingga berpengaruh terhadap keberlanjutan kelestarian lingkungan, konservasi, dan tujuan kesejahteraan anggota,” ujar dia pula.

Ketua KSU Perempuan Gapoktanhut Mitra Jaya Rindingan memaparkan program ke depan Ketua Gapoktanhut Lestari Sejahtera menyampaikan program dan rencana lima tahun ini
Ketua KSU Perempuan Gapoktanhut Lestari Sejahtera Pekon Sedayu memaparkan program ke depan.

 

TIDAK ADA KOMENTAR