RUKO Lakukan Coaching dan Monitoring Penerapan Modul Pengembangan Usaha-Kelembagaan Perhutanan Sosial

  • Bagikan
monitoring dan coaching modul Ruko
Coaching dan Monitoring Penerapan Modul Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial dan Modul Penguatan Kelembagaan KUPS oleh Para Penyuluh/Pendamping Perhutanan Sosial di Bentang Alam Bukit Barisan Selatan, di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, 6-10 September 2020

Rumah Kolaborasi (RUKO) mengadakan Coaching dan Monitoring Penerapan Modul Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial dan Modul Penguatan Kelembagaan KUPS oleh Para Penyuluh/Pendamping Perhutanan Sosial di Bentang Alam Bukit Barisan Selatan, di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, 6-10 September 2020.

Guswarman, pengurus RUKO sebagai pelaksana coaching dan monitoring itu,  menjelaskan tahapan kegiatan secara umum berupa praktik bagi alumni pelatihan Penerapan Modul Sekolah Lapang Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial dan Penguatan Kelembagaan Usaha Perhutanan Sosial bagi Penyuluh/Pendamping Perhutanan Sosial di Bentang Alam Bukit Barisan Selatan yang telah dilaksanakan tim Ruko beberapa waktu lalu.

Praktik itu dilaksanakan pada lima gabungan kelompok tani hutan (gapoktanhut) dan empat kelompok tani hutan (KTH) yang tersebar di tiga KTH, dengan jumlah alumni yang berpraktik 10 orang dari penyuluh dan satu orang dari NGO/ketua KPS.

Kegiatan praktik modul masih akan dilakukan dua kali pertemuan dengan dua materi dan dua kali monitoring.

Penyusunan jadwal praktik melalui tahapan konsultasi dengan kepala dan koordinator penyuluh dari tiga Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), yaitu KPHL Batutegi, KPHL Kota Agung Utara, dan KPHL Pesisir Barat, serta berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan yang bertujuan untuk penyesuaian kegiatan.

Guswarman menjelaskan tahapan kegiatan selama praktik, yaitu briefing yang dilakukan sebelum para alumni pelatihan melakukan praktik, pembahasan briefing dengan tahapan penerapan modul, pembagian peran, memberi kesempatan anggota KPS memberikan kesan pertemuan dan para fasilitator.

Lalu melakukan praktik, yaitu para alumni membagi peran sebagai fasilitator utama dan fasilitator di kelompok kecil.

Kegiatan dimulai dengan fasilitator utama menjelaskan tujuan kegiatan dan rangkaian kegiatan serta menjelaskan sesi/materi pertemuan.

monitoring dan coaching modul ruko
Coaching dan Monitoring Penerapan Modul Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial dan Modul Penguatan Kelembagaan KUPS oleh Para Penyuluh/Pendamping Perhutanan Sosial di Bentang Alam Bukit Barisan Selatan, di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, 6-10 September 2020

Pokok bahasan/sesi pertemuan ada dua, yaitu sesi pembuatan peta sketsa produk di wilayah kelola KPS dan pemilihan produk potensial di wilayah kelola KPS. Peserta di bagi dalam dua kelompok, kelompok pertama membuat peta sketsa wilayah kelola yang berisikan jenis-jenis tanaman dan potensi sumber daya alam lainnya, peserta menghitung jumlah setiap produk KPS dalam peta.

Kelompok kedua, mendiskusikan pemilihan produk potensial, yaitu peserta memberi penilaian terhadap produk terpilih yang akan dikembangan. Untuk pengisian disediakan alat bantu/tools yang telah dipersiapkan dan dipandu fasilitator di kelompok kecil.

Presentasi kelompok dilakukan setelah diskusi kelompok kecil telah selesai, kegiatan ini dipandu oleh fasilitator utama.

Dalam kegiatan itu, setelah praktik selesai, anggota KPS diberi kesempatan untuk memberikan kesan pada suasana praktik pertemuan, dilanjutkan dengan kesan terhadap masing-masing fasilitator.

Evaluasi umum pada praktik pertama, peserta praktik sebagian belum mendalami isi modul dengan alasan tidak suka membaca dan beban kerja yang ada, sehingga tidak sempat membaca.

Namun, setelah membaca ulang dan menjalankan tahapan modul, suasana pertemuan lebih hidup dan peserta menjadi aktif, sehingga informasi yang didapat lebih lengkap.

Keterbatasan waktu praktik terkesan terburu-buru, sehingga perlu penjelasan lebih rinci pada bahasan sesi dalam modul yang belum dipahami penyuluh agar tidak multitafsir.

Selain itu, penambahan kriteria pemilihan produk potensial yang akan dikembangkan, seperti biaya produksi produk dan fluktuasi harga produk.

monitoring dan coaching modul ruko
Coaching dan Monitoring Penerapan Modul Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial dan Modul Penguatan Kelembagaan KUPS oleh Para Penyuluh/Pendamping Perhutanan Sosial di Bentang Alam Bukit Barisan Selatan, di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, 6-10 September 2020.
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: