YCS-RUKO Gelar Pelatihan Pengenalan Program Kampung Iklim dan Tool SPECTRUM

0
279
YCS-Ruko training
The Climate Society Foundation (YCS) of Bogor together with the House of Collaborative (RUKO) held a Training on Introduction to the Climate Village Program (Proklim) and the SPECTRUM Tool (Fast, Accurate, Responsible Emission Calculation System for the Community, at the Lampung Forest Service Office, at Bandarlampung, October 27, 2020.

Yayasan Climate Society (YCS) Bogor bersama Rumah Kolaborasi (RUKO) mengadakan Pelatihan Pengenalan Program Kampung Iklim (Proklim) dan Tool SPECTRUM (Sistem Perhitungan Emisi Secara Cepat, Tepat, Bertanggung jawab (responsible) untuk Masyarakat.

Pelatihan di Kantor Dinas Kehutanan Lampung, di Bandarlampung, Selasa, 27 Oktober 2020 ini, dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan Lampung Yanyan Ruchyansyah.

Narasumber kegiatan ini, yaitu Profesor Rizaldi Boer selaku Direktur Eksekutif Centre for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia Pasific (CCROM–SEAP) IPB, Beti Nurbaeti (CCROM), dan Gito Sugih (CCROM).

“Kegiatan ini merupakan bagian kegiatan Yayasan Climate Society (YCS) Bogor dengan Rumah Kolaborasi (RUKO) untuk coba bisa merecognize ataupun mengakui sejauh mana program yang dilakukan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) ini bisa berkontribusi terhadap kebijakan nasional khususnya dalam menangani masalah perubahan iklim,” ujar Profesor Rizaldi Boer.

“Program yang dilakukan bersama RUKO salah satunya yaitu membina petani kopi. Program ini mencoba memperbaiki sisi usaha tani kopi yang selama ini lebih monokultur untuk beralih ke kopi berbasis agroforestry, dan juga kegiatan lain yang sebenarnya bisa didaftarkan ke Sistem Registrasi Nasional salah satunya melalui Program Kampung Iklim,” kata Direktur Eksekutif CCROM itu pula.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari UPTD KPHL Pesisir Barat, KPHL Kotaagung Utara, KPHL Batu Tegi, Liwa, Bukit Punggur, Muara Dua, Sungai Buaya, Way Terusan, Way Waya-Tangkit Tebak, Pematang Neba, Pesawaran, Gunung Balak, Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok, KPHL Gedong Wani, Tahura Wan Abdul Rachman, dan dari RUKO.

Bertukar Cerita Bersama Masyarakat Binaan RUKO

Yayasan Climate Society (YCS) Bogor bersama RUKO selanjutnya mengadakan kunjungan ke petani binaan RUKO pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Profesor Rizaldi Boer, Bety Nurbaety, M Ardiansyah, Mutipar Sadat, Yatna Supriyatna, dan Anter Paralian (tim dari YCS); dan tim dari RUKO turut hadir dalam kunjungan ini.

Kunjungan ini dilakukan untuk saling bertukar cerita agar dapat mengetahui perkembangan kelompok yang selama ini sudah dibina oleh RUKO melalui Program Sustainable Coffee Action in the Landscape of Bukit Barisan Selatan (SCALA BBS/Pengembangan Kopi Berkelanjutan di Lansekap Bukit Barisan), dan mengetahui tanggapan masyarakat tentang perhutanan sosial secara langsung.

Koperasi Produsen Srikandi Maju Bersama di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung menjadi lokasi pertama kunjungan dan bertemu dengan Sri Wahyuni selaku Ketua Koperasi.

Kunjungan selanjutnya dilakukan di kediaman Supriyono (anggota Gapoktanhut Mitra Jaya Rindingan Abadi).

Pada saat kedatangan tim dari YCS dan RUKO, sudah berkumpul pengurus kelompok simpan usaha (KSU), pengurus Gabungan Kelompok Tani Hutan Mitra Jaya Rindingan dan Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Margorukun VI.

Kelompok Simpan Usaha Mitra Jaya Rindingan Abadi (KSU MJR Abadi) yang dibina oleh RUKO ini berdiri pada Maret 2020.

Pada saat awal pembentukan kelompok ini hanya terdiri dari kurang lebih 20 orang anggota, dengan modal awal Rp3.000.000 yang diperoleh dari swadaya.

Saat ini dalam jangka waktu kurang lebih 7 bulan, simpanan kelompok sudah mencapai kurang lebih Rp50.000.000 dan jumlah anggota kelompok terus bertambah menjadi 53 orang.

Kelompok Tani Hutan Mitra Jaya Rindingan ini juga rencananya akan mengembangkan unit usaha pembibitan. Sebelumnya kelompok ini sudah mengikuti pelatihan pembibitan yang diadakan oleh RUKO pada Juli 2020.

“Penguatan kelembagaan kelompok sangat penting dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia dan aturan kelompok, sehingga apa pun program yang diberikan dapat dijalankan dengan baik oleh kelompok, isu konservasi dan pengarusutamaan gender juga dimasukkan dalam AD/ART kelompok simpan usaha ini,” ujar Heri Hermiyatono dari RUKO.

kunjungan YCS-Ruko
Tim dari Yayasan Climate Society (YCS) Bogor bersama Rumah Kolaborasi (RUKO) mengadakan kunjungan ke petani binaan RUKO di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa, 27 Oktober 2020.

TIDAK ADA KOMENTAR